Tips dan Trik Agar Mobil Matic Tidak Cepat Rusak Saat Parkir di Apartemen

Salah satu hal yang paling berharga bagi banyak orang adalah mobil. Dan hal itu, tidak diragukan lagi, juga berlaku untuk saya. Apalagi, kita semua tahu betapa berharganya aset itu. Kita tidak perlu menjelaskan hal ini lebih lanjut. Kita semua juga mengerti bahwa mobil butuh perhatian, apalagi jika kendaraan itu adalah otomatis. Bukan, saya bukan bicara tentang orang yang hampir tidak bisa lugas. Itu adalah “mobil matic.” Sepertinya kita harus menjaga mobil-mobil ini (dan juga mobil lainnya) dalam kondisi terbaik, walaupun kita tinggal di tempat seperti apartemen, di mana tempat parkirnya tidak terbatas seperti kerajaan.

1. Pilih Lokasi Parkir yang Tepat

Salah satu penyebab utama masalah mobil adalah lokasi parkir. Jika bisa, pilihlah tempat parkir yang aman dan terlindungi dari sinar matahari langsung. Terlalu banyak sinar matahari bisa merusak cat dan interior mobil. Jika Anda harus parkir di luar, pilihlah tempat yang tidak rawan banjir.

2. Gunakan Rem Parkir dengan Bijak

Banyak pengemudi mobil matic yang menganggap remeh penggunaan rem parkir. Nah, sebenarnya seberapa penting sih penggunaan rem parkir? Kita memarkir mobil pasti berharap mobil tidak bergerak, kan? Pemakaian rem parkir tentu berfungsi mengurangi kemungkinan itu. Terutama pada transmisi mobil matic, rem parkir juga berfungsi mengurangi beban pada komponen transmisi. Ini jelas penting demi efektifitas dan efisiensi kerja transmisi. Mungkin yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar pengaruh pemakaian atau tidaknya rem parkir terhadap transmisi?

3. Hindari Mematikan Mesin Sambil Menginjak Rem

Pengemudi mobil kadang suka mematikan mesin sambil menginjak rem. Meski terdengar sepele, kebiasaan ini sebenarnya bisa bikin mobil cepat rusak. Contohnya, kalau kita mematikan mesin saat mobil masih maju pelan, sistem transmisi bisa jadi masalah besar. Soalnya, saat mesin mati, mobil bisa ditarik sama roda penggerak ke depan atau belakang, tergantung transisi apa yang dipakai. Ini bikin beberapa bagian transmisi neng terganggu. Kalau kita sering lakukan ini, risiko merusak mesin dan transmisi jadi lebih besar.

4. Perhatikan Suhu Mesin

Apa jadinya kalau kita parkir mobil kita pas mesinnya masih panas? Transmisi otomatis bisa rusak, itu obviously. Kenapa? Karena suhunya bisa bikin kerusakan, kalau mobil masih ngeladenin kerja mesinnya pas dibawa parkir. Nah, pelajaran hari ini, bro-nya, ya tentang suhunya. Berapa tinggi makin merusak? Kira-kira, ya?

5. Rutin Memeriksa Cairan Transmisi

Transmisi otomatis butuh pelumas dan pendingin. Pelumas yang dimaksud adalah cairan transmisi. Cairan transmisi tidak hanya melindungi transmisi dari keausan, tapi juga menjaga suhunya agar tetap rendah. Cek level dan kondisi cairan transmisi secara rutin. Jika cairan transmisi terlihat kotor atau gelap, sebaiknya diganti. Cairan transmisi yang bersih dan cukup jumlahnya adalah kunci untuk menjaga transmisi agar tidak rusak dan tetap berfungsi dengan baik.

6. Jangan Terlalu Lama Memarkir Mobil

Jika kamu tinggal di apartemen dan sering parkir mobil dalam waktu yang lama, jangan biarkan mobil kamu parkir di tempat yang sama untuk waktu yang terlalu lama. Mobil yang diparkir dalam waktu lama bisa terkena tekanan di bagian ban dan suspensi. Usahakan sebulan sekali untuk memindahkan mobil kamu agar mobil kamu tidak terlalu terkena efek itu.

7. Gunakan Penutup Mobil

Kalau kita parkir mobil di luar ruangan, ada baiknya pakai penutup mobil. Penutup mobil bikin cat dan interior mobil lebih awet. Penutup mobil yang baik terbuat dari bahan yang breathable. Yang penting, pastikan pakai penutup yang ukurannya pas.

8. Jaga Kebersihan Mobil

Kondisi mobil secara keseluruhan juga tergantung pada kebersihan mobil. Pastikan kamu mencuci mobil secara rutin, terutama setelah mobil kamu terkena hujan atau debu. Hal ini penting supaya cat mobil tidak rusak oleh berbagai kotoran, seperti limbah hewan, getah pohon, atau asam yang bersarang di cat. Kotoran-kotoran itu bisa bikin cat mobil jadi berkerut dan mengelupas. ***Rex P. Davidson, Ph.D., Pengarang kegiatan di “Jadwal Perawatan Mobil” edisi September yang saya lihat.***

9. Perhatikan Sistem Pendinginan

Sistem pendinginan yang baik sangat penting agar suhu mesin tetap stabil. Pastikan perilaku radiator dan sistem pendinginan dalam kondisi baik. Jika ada kebocoran, atau Anda melihat tanda-tanda kerusakan, segera lakukan perbaikan. Sistem pendinginan yang baik tidak hanya mencegah mesin dari overheating, tapi juga merusak transmisi.

10. Lakukan Servis Berkala

Mobil matic supaya terus baik, harus diservis secara teratur. Mobil ini bukan mobil tua yang tinggal ditaruh. Matic butuh perhatian yang sama, bahkan mungkin lebih, karena mesinnya lebih rumit. Kita harus patuhi jadwal servis yang disarankan pabrikan. Servis bisa tahu masalah dengan transmisi matic. Jika dibiarkan, ini bisa jadi masalah besar.

11. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Kualitas bahan bakar memengaruhi kerja mesin dan transmisi. Kita harus yakin menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan pabrik. Biasanya, itu ada di buku manual atau di website. Bahan bakar yang baik menjaga kinerja mesin. Bahan bakar yang jelek bikin mesin gampang rusak. Ini juga bisa merusak transmisi otomatis.

12. Hindari Menggunakan Mobil Secara Berlebihan

Jika kita pakai mobil terus-menerus, bagian mesin dan transmisinya bakal cepat rusak. Kalau kita bisa, lebih baik mobil kita istirahat. Misalnya, mobil yang jauh dari titik tujuan atau agak macet bisa lebih lama kita istirahatkan. Jika bisa, pilihlah rute yang aman dan nggak bikin stres.

13. Perhatikan Indikator pada Dashboard

Semua mobil pasti ada penunjuk di dasbornya buat ngasih tau kita tentang keadaan mobil kita. Nah, kita jangan sampe ngacuhin penunjuk yang ada, apalagi yang nyala. Itu penunjuk, bisa dibilang, mewakili kita. Dari situ, kita bisa liat masa depan kita. Kalo kita ngacuhin, masa depan kita sama mobil kita bakal suram. Transmisi itu penting, sama kayak tandanya yang nyala.

14. Gunakan Teknologi Modern

Saat ini, banyak mobil dengan teknologi yang bisa menjaga performa transmisi. Misalnya, beberapa mobil memiliki sistem pemantauan tekanan ban. Sekarang, kalau ban kita kempes, kita tahu apa yang harus dilakukan. Apa yang kita lakukan? Kita langsung memeriksa mobil teman kita. Kalau mobil teman kita tidak ada masalah, kita bisa pergi. Nah, itu contoh sistem peringatan yang membantu kita menghindari masalah.

15. Pelajari Cara Mengemudi yang Benar

Kondisi transmisi dipengaruhi bukan hanya oleh perawatan yang kita lakukan, tetapi juga oleh cara kita mengemudi. Akselerasi tiba-tiba dan pengereman keras bisa membuat transmisi stres. Kita sebaiknya mengemudi dengan lebih halus dan tidak terburu-buru, supaya mobil bertransmisi otomatis tetap dalam kondisi baik. Dengan begitu, kita juga akan memperpanjang umur mesin.

16. Simpan Mobil di Dalam Ruangan Jika Mungkin

Jika Anda bisa menggunakan garasi atau tempat parkir dalam ruangan, gunakanlah. Menyimpan mobil di dalam ruangan bisa memberi perlindungan dari cuaca ekstrem, mengurangi pencurian, dan menghindari masalah yang bisa diakibatkan oleh cuaca. Kalau memang harus parkir di luar, pastikan sudah melakukan semua langkah yang sudah dibahas sebelumnya.

Kesimpulan

Mobil matic lebih gampang rusak daripada kalau kita rawat mobil manual. Buat orang yang tinggal di apartemen dan harus parkir di luar, ini dibilang inflamasi. Tapi, ada banyak cara kita bisa menjaga mobil matic tetap sehat, dengan sedikit usaha dan tanpa mengeluarkan banyak uang. Hemat bisa berarti bikin sistem matic lebih awet, bukan bikin matic lebih menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *